Alat Pemarut Singkong Manual

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam era globalisasi perindustrian sekarang ini persaingan dalam menciptakan sebuah produk unggulan sangatlah beraneka ragam dan sangat kompetitif. Dalam menciptakan sebuah produk unggulan perusahaan harus memikirkan suatu daya tarik tersendiri atau yang menjadi ciri khas suatu produk yang diciptakan. Produk unggulan yang diciptakan juga harus mimiliki nilai tambah bagi perusahaan,  produk yang kompetitif atau mampu bersaing dengan produk unggulan yang lain, serta produk unggulan tersebut mudah diterima dalam pasar ( market table ).

Kecamatan Randudongkal merupakan salah satu wilayah penghasil dan pemasok singkong dengan produktifitas yang tinggi di Jawa Tengah.  Di kecamatan tersebut banyak terdapat perkebunan singkong.  Hasil perkebunan singkong tersebut biasanya langsung dijual di pasar selain itu juga dikirim ke pabrik-pabrik pembuat makanan berbahan dasar singkong. Sebagian besar penduduk sekitar perkebunan mendapatkan penghasilan dari penjualan singkong mentah  tersebut. Jika singkong dari hasil perkebunan tidak hanya untuk dipasok secara mentah tetapi juga diolah sendiri maka akan meningkatkan pendapatan bagi masayarakat sekitar. Salah satu produk dari bahan baku singkong adalah keripik singkong. Selain mudah dalam pembuatannya juga tidak memerlukan modal yang sangat besar karena peralatan yang digunakan sederhana. Peralatan utama dalam pembuatan keripik singkong adalah pemarut singkong. Akan tetapi alat pemarut singkong manual yang tersedia di pasaran kebanyakan hanya terdapat satu mata pisau dan tanpa ada pengaman untuk tangan agar terhindar dari luka akibat terkena ketajaman pisau parut. Sedangkan alat pemarut yang menggunakan mesin harganya cukup tinggi sehingga sulit untuk dijangkau bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah yang ingin membuka usaha keripik singkong.

Perumusan Masalah

Alat pemarut singkong manual yang hanya mempunyai satu pisau dinilai tidak produktif karena dalam satu gerakan parut hanya menghasilkan 1 lembar keripik singkong dan jika hendak menghasilkan lembar keripik dalam jumlah banyak (tanpa mesin) maka akan membutuhkan waktu lama dan tingkat resiko terjadinya luka terkena pisau akan lebih tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya alat pemarut singkong dengan jumlah pisau yang lebih banyak untuk meningkatkan produktifitas karena dalam sekali gerakan parut dapat menghasilkan lebih dari 1 lembar keripik singkong.  Selain itu perlu adanya pengaman yang berguna untuk melindungi pemakai alat tersebut dari resiko luka ketika mengoperasikan alat parut dengan tingkat konsentrasi yang rendah (melamun).

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai produk-produk yang terbuat dari bahan baku plat stainless steel. Karena plat stainless steel ini mimiliki tingkat ketajaman yang baik dan tahan karat. Melihat prospek ke depan usaha dari bahan baku stainless steel sangat bagus, kami memiliki sebuah inovasi perancangan produk unggulan dengan menggunakan bahan baku dari plat stainless steel yaitu berupa produk “Pemarut Singkong Manual“. Dimana nantinya kita akan memproduksi alat pemarut ini sesuai dengan kriteria produk unggulan yaitu : dari segi keunikan, kompetitif, mudah dipasarkan, dan memiliki nilai tambah serta keamanan dalam penggunaannya. Kami memilih bahan baku dari plat stainless ini karena stainless memiliki kualitas yang sangat baik dan memiliki ketajaman yang baik, sehingga sangat ideal sebagai bahan produksi dari produk pemarut singkong tersebut.

PEMBAHASAN

Produk pemarut ini memiliki suatu ciri khusus yaitu tingkat keamanan dan menghasilkan parutan singkong lebih banyak. Jadi pada saat melakukan pemarutan singkong keamanan dari pengguna lebih terjamin bila dibandingkan dengan alat pemarut yang ada di pasaran serta ketebalan pemarutan bisa sama dengan hasil yang lebih banyak.

Produk pemarut singkong ini nantinya akan dipasarkan pada home industry penghasil keripik singkong. Dimana alat ini akan memberikan nilai tambah bagi pengusaha yang memproduksi menggunakan alat pemarut singkong tersebut. Karena dengan ciri keamanan ketika menggunakan pemarut tersebut, pengguna alat ini akan merasa lebih aman dan terhindar dari luka yang disebabkan karena tangan yang terkena ketajaman plat pemarut.  Selain aman, alat pemarut ini harganya lebih terjangkau bila dibandingkan dengan mesin pemarut yang sudah ada di pasaran.  Jadi alat pemarut singkong sederhana ini sangat cocok untuk kalangan bawah.

Keunggulan

Keunggulan merupakan daya tarik suatu produk untuk menghadapi persaingan dalam dunia pasar.  Produk unggulan alat pemarut singkong manual mempunyai beberapa keunggulan yaitu :

  • Unique

Dikatakan unik karena pada umumnya  alat pemarut singkong tidak menggunakan pengaman tangan. Pada pemarutan tersebut sering terjadi luka pada jari-jari tangan akibat terkena ketajaman dari alat pemarut. Kami mempunyai ide untuk membuat alat pemarut tersebut berbeda dengan dengan alat pemarut lainnya dari segi keamanan dan desain.  Selain itu juga pisau dari alat tersebut bisa di lepas untuk dibersihkan dan bisa diganti.

Tujuan utama dari perancangan alat ini adalah untuk keamanan (design for safety)

  • Add value (nilai Tambah)

Harga bahan dari stainless steel ± Rp 25.000/kg dapat menghasilkan output (produk jadi) 5 lembar potongan dalam sekali gerakan parut.

  • Marketeble and competitive (mudah dipasarkan dan kompititif)

Produk ini mudah memasuki pasar di Pemalang Kecamatan Randudongkal, karena disana terdapat banyak perkebunan singkong. Home Industry penghasil keripik singkong yang membutuhkan pemarut khusus dan aman untuk memarut singkong sehingga akan lebih produktif dengan berkurangnya tingkat kecelakaan kerja pada saat melakukan produksi khususnya pada bagian pemarutan.

Kelemahan

Suatu produk tidak hanya mempunyai keunggulan atau kelebihan tetapi juga mempunyai kelemahan. Tetapi kelemahan tersebut bias digunakan sebagai motivasi untuk berinovasi dengan tujuan kesempurnaan. Kelemahan tersebut antara lain :

  • Berat

Alat pemarut singkong ini terbuat dari plat stainless steel yang mempunyai ketebalan 0,8 mm sehingga mempunyai berat yang lebih bila dibandingkan dengan alat pemarut singkong yang ada di pasaran (berbahan dasar kayu)

  • Dimensi

Alat pemarut singkong manual ini mempunyai panjang 500 mm. Ukuran tersebut lebih panjang bila dibandingkan alat pemarut singkong pada umumnnya karena alat pemarut singkong ini mempunyai mata pisau 5 buah sehingga membutuhkan ruang yang cukup banyak dalam penyimpanannya bila hendak dibawa.

Alat dan Bahan

Untuk membuat alat pemarut singkong perlu dipersiapkan beberapa alat dan bahan sebagai berikut :

  1. Plat Stainless steel
  2. Besi balok ukuran (1000 mm x 10 mm x 10 mm)
  3. Pipa Stainless steel ukuran diameter 70 mm
  4. Gerinda
  5. Alat Potong (gunting plat)
  6. Tanggem
  7. Las listrik
  8. Kikir

Desain

1. Desain bagian A

2. Desain bagian B

3. Desain mata pisau

4. Desain alat pemarut singkong manual

Langkah-langkah pembuatan

Dalam pembuatan alat pemartu singkong ini terdapat beberapa proses operasi mengukur, memotong, melipat, serta mengelas.  Berikut tahap pembuatan alat pemarut singkong :

1. Mengukur plat

Langkah awal pada proses pembuatan ini adalah mengukur plat sesuai dengan kebutuhan.  Pada bagian bawah alat pemarut (bagian yang terdapat pisau parut) “B” membutuhkan plat dengan panjang 500 mm dan lebar 170 mm.  Sedangkan pada bagian atas “A” (tempat pengaman tangan) membutuhkan plat dengan panjang 150 mm dan lebar 120 mm.

2. Memotong plat sesuai ukuran

Setelah diukur dan diberi tanda kemudian plat dipotong.

3. Pembentukan pisau sebanyak 5 mata pisau untuk dipasang pada bagian “B”

Pisau dibuat dengan cara membuat lubang pada plat kemudian masing-masing sisi pada lubang ditonjolkan dengan ketinggian 1 mm dan setelah itu di asah dengan kikir untuk mempertajam plat agar mampu mengiris singkong. Pisau dibuat sebanyak 5 buah. Jarak pemasangan antar pisau adalah 40 mm.

4. Memasang pisau pada bagian “B”

5. Membuat pegangan tangan pada ujung belakang bagian “B”

Pegangan tangan dibuat untuk kenyamanan pada saat pemarut sekaligus untuk menahan alat agar tidak bergerak maju.  Pegangan tangan berupa lubang berbentuk elips pada pangkal “B”

6. Melipat kedua sisi samping bagian “B” dengan ukuran lebar lipatan 10 mm

Lipatan yang dibuat digunakan sebagai tempat jalannya (rel) untuk bagian “A”.

7. Memotong besi balok dengan ukuran panjang 400 mm

Besi balok digunakan sebagai penguat rel sekaligus rangka pada bagian “B”

8. Menempelkan besi balok pada bagian bawah lipatan sisi samping plat “B”

Penempelan besi pada plat sebagai penguat dilakukan dengan cara pengelasan.

9. Membuat lubang pada plat bagian “A”

Lubang dibuat untuk tempat masuknya singkong.  Diameter lubang sebesar 80 mm.

10. Memotong pipa stainless steel

Pipa stainless steel dipotong dengan ukuran panjang 25 mm.  Pipa tersebut dimasukkan pada lubang sebagai tempat masuknya singkong yang akan diparut.

11. Mengelas pipa stainless steel dengan lubang pada plat bagian “A”

Pengelasan dilakukan serapi mungkin untuk menjaga nilai kerapian dan keindahan agar menjadi produk yang berkualitas.

12. Melipat kedua sisi samping plat bagian “A” dengan lebar lipatan sebesar 10 mm

Lipatan disesuaikan bagian “A” disesuaikan dengan lipatan bagian “B” agar pas ketika disatukan

13. Menyatukan bagian “A” dengan bagian “B”

Operation Process Chart (OPC) alat pemarut singkong manual


Perbandingan dengan produk pesaing

Produk pesaing yang ada di pasaran berharga antara Rp 100.000,- hingga Rp 200.000,-. Sedangkan alat pemarut singkong manual berharga Rp 60.000,-. Ini berarti produk unggulan alat pemarut singkong lebih murah bila dibandingkan dengan produk pesaing

Posted in Uncategorized | Komentar Dimatikan

Hello world!

Welcome to Blog Unissula Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment